10 Dialog Bahasa Inggris Tentang Passive Voice

Diposting pada

Dear Readers,

PustakaBahasaInggris.com – Artikel hari ini, saya akan memberikan kalian beberapa contoh dialog tentang Passive Voice.

Sebelum memulai, kalian harus memahami terlebih dahulu tentang Pemahaman dasar dari Passive Voice.

Apa yang dimaksud dengan Passive Voice?

Temukan jawabannya di sini!


10 Contoh Dialog Bahasa Inggris tentang Passive Voice yang akan saya berikan bukan hanya mengunakan satu jenis English Tenses saja tetapi lebih dari itu. Oleh sebab itu jika kalian ingin belajar lebih banyak tentang Penerapan Passive Voice dalam 16 English Tenses, kalian dapat membacanya di sini:

Are you ready?!

10 Dialog Bahasa Inggris Tentang Passive Voice

10 Dialog Bahasa Inggris Tentang Passive Voice
10 Dialog Bahasa Inggris Tentang Passive Voice

Catatan: Contoh dialog di bawah ini mengunakan situasi nonformal, jika kalian ingin menambah vocabulary (kosa kata) tentang kata gaul dalam Bahasa Inggris, silahkan baca di sini:

Instruksi: Perhatikan kalimat bercetak tebal di bawah ini yang merupakan kalimat passive.

Dialog 1

James: Yo, man. Did you watch Slash and The Band last night?
Hi teman. Apakah kamu menonton konser Slash dan Bandnya semalam?

Steve: No man, I was busy with my family last night. I was invited by my uncle to celebrate his wedding anniversary.
Tidak teman, Aku sibuk dengan keluargaku semalam. Aku diundang oleh pamanku untuk merayakan hari jadi pernikahannya.

James: That’s too bad ma man! That was cool, man. The show was watched by more than 1000 eyes. Do you know, man?
Sayang sekali, teman! Konser itu keren sekali, teman. Pertunjukan itu ditonton lebih dari 1000 pasang mata. Apa kamu tahu, teman?

Steve: What?
Apa?

James: Look at this video! It was recorded by me.
Lihat video ini! Ini direkam oleh ku.

Steve: Wow! It was rocking the world!
Wow! Ini keren sekali!

James: Yeah, I’m sure about it!
Ya, aku yakin dengan hal itu!

Steve: Let’s talk in the studio.
Ayo ngobrol di studio.

James: Affirmative, capt!
Setuju, kapten!


Dialog 2

Zack: Where is your Gibson geetar, bro?
Dimana gitar Gibson kamu, teman?

Billy: It is being fixed. What’s up ma man?
Gitar itu sedang diperbaiki. Ada apa temanku?

Zack: I will borrow for my show tonight. Your Fender?
Aku akan pinjam untuk konser ku nanti malam. Fender mu?

Billy: It is on the case. Wait a minute it will be taken.
Itu ada di sarungnya. Tunggu sebentar akan diambilkan.

Zack: Thanks bro!
Terima kasih, teman!

Billy: Here you are… Testing first.
Ini dia… Tes dulu.

Zack: Roger that. This will be tested.
Baiklah. Ini akan dicoba.

Billy: The sound is modified by Seymour Ducan.
Suaranya dimodifikasi oleh pickup Seymour Ducan.

Zack: Yeah, I see. I can feel it. Nice sound, bro!
Ya, aku tahu. Aku bisa rasakan itu. Suara yang bagus, teman!

Billy: Go a head ma man!
Silahkan, teman.

Zack: Alright. See ya on the stage. You will be waited by the Blues, bro.
Baiklah. Sampai jumpa di panggung. Kamu akan ditunggu oleh musik Blues, teman.


Dialog 3

Jane: Wow! this Sushi is so yummy! Did you cook this food?
Wow! Sushi ini sangat lezat! Apakah kamu yang memasak makanan ini?

Yoko: No, sista. This was cooked by Sakura this morning.
Tidak, teman. Ini dibuat oleh Sakura tadi pagi.

Jane: Why don’t you make it?
Mengapa kamu tidak membuatnya?

Yoko: I’m not sure, it will be yummy.
Aku tidak yakin itu akan lezat.

Jane: Oh no… keep it real ma sista. You can do it!
Oh tidak… percaya diri temanku. Kamu pasti bisa!

Yoko: Thanks ma sista.
Terima kasih teman ku.

Jane: Why don’t you try this Sushi?
Mengapa kamu tidak coba Sushi ini?

Yoko: No, thanks. I’m full. Ramen has been eaten just now.
Tidak, terima kasih. Aku kenyang. Ramen telah dimakan baru saja.

Jane: Oh, I see. I’ll finish this.
Oh, aku paham. Aku akan habiskan ini.

Yoko: Please.
Silahkan.


Dialog 4

Lucile: Excuse me, sir. May ask you something?
Permisi, pak. Bolehkah saya bertanya sesuatu?

Mr. Harry: Yes, please.
Ya, silahkan.

Lucile: Do you know this address?
Apakah Anda tahu alamat ini?

Mr. Harry: This is located on South Street, isn’t it?
Alamat ini terletak di South Street, kan?

Lucile: Yes, it is written down like that.
Ya, itu tertulis seperti itu.

Mr. Harry: Go along until you find the intersection and turn right into South Street. That’s the location.
Jalan lurus sampai Anda temukan perempatan dan belok kanan ke South Street. Itu lokasinya.

Lucile: But based on this map. It’s told that I have to find traffic light then turn left.
Tapi berdasarkan denah ini. Dikatakan bahwa saya harus menemukan lampu lalu lintas lalu belok kiri.

Mr. Harry: Yes, after that intersection. The traffic light will be found.
Ya, setelah perempatan itu. Lampu lalu lintas akan ditemukan.

Lucile: Oh, thank you, sir.
Oh, terima kasih, pak.

Mr. Harry: You’re welcome.
Sama-sama


Dialog 5

Dom: Hi, bro. Look what I’ve got.
Hi, teman. Lihatlah apa yang ku punya.

Bryan: It’s a new wheel, isn’t it?
Itu mobil baru, kan?

Dom: Yeah. This is called the American muscle car.
Yeah. Ini disebut American muscle car.

Bryan: Yups, it’s come from Ford which is named Mustang.
Yups, itu berasal dari Ford yang bernama Mustang.

Dom: Oh yeah… You’re absolutely right, man!
Oh yeah… Kamu benar-benar paham, teman.

Bryan: Where did you get that?
Darimana kamu dapat mobil itu?

Dom: This was gotten from the chop shop.
Ini didapat dari bengkel gelap.

Bryan: Oh, man! You’re going down!
Oh, teman! Kamu dalam masalah!

Dom: Don’t worry ma man. It’s safe. It’s assembled by the pro.
Tenang, teman. Ini aman. Ini dirakit oleh profesional.

Bryan: Let’s take a ride, man!
Ayo jalan-jalan, teman.

Dom: I’m the man behind the wheel.
Aku yang nyetir.

Bryan: Let’s go!
Ayo!


Dialog 6

Samantha: You look so beautiful, Mia.
Kamu terlihat sangat cantik, Mia.

Mia: Really?
Benarkah? 

Samantha: Yups… What a nice wedding dress.
Yups. Gaun pengantin yang indah.

Mia: Thanks, sist.
Terima kasih, teman.

Samantha: Is that prepared for your wedding day?
Apakah itu dipersiapkan untuk hari pernikahanmu?

Mia: Yes, it is. The wedding day will be held two months later.
Ya. Hari pernikahan akan diselenggarakan dua bulan lagi.

Samantha: That’s a good news.
Itu berita bagus.

Mia: Don’t forget for that day because you will be invited.
Jangan lupa untuk hari itu karena kamu akan diundang.

Samantha: I’ll be there, my sweetheart.
Aku akan datang, teman baikku.

Mia: Thanks, dear.
Terima kasih, teman.

Samantha: You’re welcome.
Sama-sama.

Mia: By the way. I’ll show you something.
Ngomong-omong. Aku akan menunjukan sesuatu.

Samantha: What’s that?
Apa itu?

Mia: Come with me.
Ikut dengan ku.

Samantha: Alright.
Baiklah.


Dialog 7

Mr. Smith: Excuse me, sir. I look that notice that this house will be sold. Is that true?
Permisi, pak. Saya lihat pemberitahuan itu bahwa rumah ini akan di jual. Apakah benar?

Mr. Donald: Yes, it’s true. The house will be sold for $ 2 million. It is the final price.
Ya, itu benar. Rumah ini dijual 2 juta dolar. Itu harga akhir.

Mr. Smith: May I see around the house?
Bisa saya lihat rumahnya?

Mr. Donald: Yes, sure. After me.
Ya, tentu. Ikuti saya.

Mr. Smith: Wow! This is a big house.
Wow! Ini rumah yang besar.

Mr. Donald: Yes, it is. This was built in the millennium and it was finished in 2002.
Ya, benar. Rumah ini dibangun pada tahun 2000 dan diselesaikan pada tahun 2002.

Mr. Smith: May I see the garden?
Boleh saya lihat tamannya?

Mr. Donald: Yes, please. Follow me.
Ya, silahkan. Ikuti saya.

Mr. Smith: What a wonderful garden.
Sungguh taman yang indah.

Mr. Donald: Yes, it is. The garden is planted with the beautiful and colorful flowers.
Ya, benar. Tamannya ditanami dengan berbagai bunga indah dan berwarna-warni.

Mr. Smith: Alright. I’ll buy this house.
Baiklah. Saya beli rumah ini.

Mr. Donald: Deal! The house was sold.
Deal! Rumah ini terjual.


Dialog 8

Angie: Please lend me a novel.
Tolong pinjamkan novel.

Bianca: I am sorry, the novel is being read by my sister.
Maaf, novel itu sedang dibaca oleh saudariku.

Angie: Do you have another novel?
Apakah kamu punya novel yang lain?

Bianca: No, I don’t have any novel, but my sister has.
Tidak, Aku tidak punya novel tapi saudariku punya.

Angie: So what is your favorite book?
Jadi apa buku kegemaranmu?

Bianca: I love comic. It is read every night before sleep.
Aku suka komik. Komik dibaca tiap malam sebelum tidur.

Angie: May I see your comics?
Boleh aku lihat komik-komikmu? 

Bianca: Yes, sure. Here you are. But Conan is being read by my brother.
Ya, tentu saja. Tapi cerita Conan sedang dibaca oleh saudaraku. 

Angie: No problem. Where did you buy these comics?
Tidak apa-apa. Dimana kamu membeli komik-komik ini? 

Bianca: Those were bought in Gramedia.
Komik-komik itu dibeli di Gramedia. 

Angie: Does your sister like the novel so much?
Apakah saudarimu suka sekali dengan novel? 

Bianca: Yes, she does. Novels are collected by her. A novel is always bought in a month.
Ya. Novel-novel dikoleksi oleh nya. Sebuah novel selalu dibeli setiap bulan. 

Angie: She’s a novelholic.
Dia seorang pecinta novel. 

Bianca: Yups. Do you want to go with me to the bookstore? I want to buy an English Book.
Yups. Apakah kamu mau pergi bersamaku ke toko buku? Aku mau beli buku Bahasa Inggris. 

Angie: Why not! Let’s go!
Kenapa tidak! Ayo!


Dialog 9

May: Do you see Cathy?
Apakah kamu melihat Cathy?

Jenny: She was picked up by her brother.
Dia dijemput saudaranya.

May: What is going on?
Ada apa?

Jenny: I’m not sure.
Aku tidak yakin.

May: Did she say something to you?
Apakah dia bilang sesuatu padamu?

Jenny: Yes, she did. This notepad was given to you.
Ya. Notepad ini diberikan ke kamu.

May: Did she give you some money?
Apakah dia memberimu sejumlah uang?

Jenny: I’m sorry, May. The money was bought some ice cream.
Maaf May. Uangnya dibelikan es krim.

May: Oh no!
Oh tidak!


Dialog 10

Mario: Did you hear the news that Mr. Mark was angry with Santiago?
Apakah kamu mendengar berita bahwa Mr. Mark marah dengan Santiago?

Carlos: Yes, I did. It was caused by a ball, wasn’t it?
Ya. Itu disebabkan oleh sebuah bola, kan?

Mario: Yes, it was. That ball was kicked and broke some glasses at the office.
Ya. Bola ditendang dan memecahkan beberapa kaca di kantor.

Carlos: I saw his face. He was a dead fish at the office.
Aku lihat wajahnya. Dia pucat di kantor.

Mario: Yeah, you’re right. He has been punished for 2 days.
Ya, kamu benar. Dia dihukum selama 2 hari.

Carlos: Let’s check him at his house after school.
Ayo kita jenguk dia setelah pulang sekolah.

Mario: Okay.
Baiklah.

Semoga contoh dialog di atas dapat membatu kalian merangkai kata dan membuat sebuah dialog Bahasa Inggris dengan kalimat dan situasi kalian masing-masing. Tetap semangat belajar! Good Luck.