Ferdinand Monoyer : Contoh Recount Text Biografi Dalam Bahasa Inggris Lengkap Dengan Terjemahan dan Pembahasan Materi

Diposting pada

Dear Writer,

Apakah kalian mengalami kesulitan saat melihat?
Semakin bertambahnya usia dan radiasi yang diterima oleh mata menyebabkan kemunduran kinerja mata itu sendiri.

Lalu apa yang kalian lakukan jika mengalami kesulitan melihat? 

Ferdinand Monoyer adalah seorang dokter mata Perancis, yang mengenalkan dioptre pada tahun 1872.

  • dioptre: a unit of refractive power that is equal to the reciprocal of the focal length (in meters) of a given lens. (NOUN)

PustakaBahasaInggris.com – Artikel hari ini saya akan memberikan kalian contoh Recount Text dan Biografi Dalam Bahasa Inggris.

Let’s go!

[Writing Trend 2017] Ferdinand Monoyer : Contoh Recount Text Biografi Dalam Bahasa Inggris Lengkap Dengan Terjemahan dan Pembahasan Materi

Ferdinand Monoyer: Contoh Recount Text Biografi Dalam Bahasa Inggris Lengkap Dengan Terjemahan dan Pembahasan Materi
Ferdinand Monoyer: Contoh Recount Text Biografi Dalam Bahasa Inggris Lengkap Dengan Terjemahan dan Pembahasan Materi

Contoh Recount Text dan Biografi

Ferdinand Monoyer

Ferdinand Monoyer (9 May 1836 – 11 July 1912) was a French ophthalmologist, known for introducing the dioptre in 1872. Monoyer chart. Reading upwards on both ends (ignoring the last line), the name “Ferdinand Monoyer” can be seen.

He invented the Monoyer chart, used to test visual acuity. He inserted his name in the chart; reading vertically from bottom to top on each side of the chart, one can read his name. Monoyer was of Alsatian heritage by his mother and his father was a French military doctor. He was an Associate Professor of Medical Physics at the Faculty of Medicine, the University of Strasbourg in 1871. Later, he was the director of the Ophthalmic Clinic of the Faculty of Medicine, the University of Nancy from 1872 to 1877. He was also Professor of medical physics at the Faculty of Medicine, the University of Lyon from 1877 to 1909.

Monoyer died at the age of 76 years. His tomb is located in the Cimetière de la Guillotière in Lyon. On Saturday 13 July 1912, a long procession of friends and members of the Faculty of Medicine at the University of Lyon accompanied Professor Monoyer to his final resting place.

Professor Hugounenq traced Monoyer’s career as chair at the University of Lyon, Associate Professor Nogier spoke on behalf of the students of the late master and Louis Dor made a speech on behalf of the Ophthalmological Society of Lyon. The speech made in Monoyer’s honor by the President of Société nationale de Médecine de Lyon during the 11 November 1912 session of the Société was concluded as such: “To the memory of this scholar, the Medical Society bows with respect and sadness; she has lost a friend who was also her counselor who knew to think and to reflect.”


Terjemahan

Ferdinand Monoyer

Ferdinand Monoyer (9 Mei 1836 – 11 Juli 1912) adalah seorang dokter mata Perancis, yang dikenal mengenalkan dioptre pada tahun 1872. Bagan Monoyer. Membaca ke atas pada kedua ujungnya (mengabaikan garis terakhir), nama “Ferdinand Monoyer” bisa dilihat.

Dia menemukan bagan Monoyer, digunakan untuk menguji ketajaman visual. Dia memasukkan namanya ke dalam tabel; Membaca secara vertikal dari bawah ke atas di setiap sisi grafik, seseorang dapat membaca namanya. Monoyer berasal dari warisan Alsatian oleh ibunya dan ayahnya adalah seorang dokter militer Prancis. Dia adalah seorang Profesor Fisika Medis Associate di Fakultas Kedokteran, Universitas Strasbourg pada tahun 1871. Kemudian, dia adalah direktur Klinik Mata Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Nancy dari tahun 1872 sampai 1877. Dia juga seorang Profesor Dari fisika kedokteran di Fakultas Kedokteran, Universitas Lyon dari tahun 1877 sampai 1909.

Monoyer meninggal pada usia 76 tahun. Makamnya terletak di Cimetière de la Guillotière di Lyon. Pada hari Sabtu tanggal 13 Juli 1912, sebuah prosesi panjang teman-teman dan anggota Fakultas Kedokteran di Universitas Lyon menemani Profesor Monoyer ke tempat peristirahatan terakhirnya.

Profesor Hugounenq melacak karir Monoyer sebagai ketua di Universitas Lyon, Associate Professor Nogier berbicara atas nama siswa almarhum master dan Louis Dor berpidato atas nama Ophthalmological Society of Lyon. Pidato yang dibuat atas kehormatan Monoyer oleh Presiden Société nationale de Médecine de Lyon selama sesi Société 11 November 1912 disimpulkan sebagai berikut: “Mengenang sarjana ini, Masyarakat Medis membungkuk dengan rasa hormat dan sedih, dia telah kehilangan Seorang teman yang juga konselornya yang tahu berpikir dan merenung.”


Pembahasan Singkat:

Pelajari lebih dalam tentang Recount Text di sini:

Simple Past Tense

  • Ferdinand Monoyer (9 May 1836 – 11 July 1912) was a French ophthalmologist, known for introducing the dioptre in 1872.
  • He invented the Monoyer chart, used to test visual acuity.
  • He inserted his name in the chart; reading vertically from bottom to top on each side of the chart, one can read his name. 
  • Monoyer was of Alsatian heritage by his mother and his father was a French military doctor.
  • He was an Associate Professor of Medical Physics at the Faculty of Medicine, the University of Strasbourg in 1871.
  • Later, he was the director of the Ophthalmic Clinic of the Faculty of Medicine, the University of Nancy from 1872 to 1877.
  • He was also Professor of medical physics at the Faculty of Medicine, the University of Lyon from 1877 to 1909.
  • Monoyer died at the age of 76 years.
  • On Saturday 13 July 1912, a long procession of friends and members of the Faculty of Medicine at the University of Lyon accompanied Professor Monoyer to his final resting place; Professor Hugounenq traced Monoyer’s career as chair at the University of Lyon, Associate Professor Nogier spoke on behalf of the students of the late master and Louis Dor made a speech on behalf of the Ophthalmological Society of Lyon.
  • The speech made in Monoyer’s honor by the President of Société nationale de Médecine de Lyon during the 11 November 1912 session of the Société was concluded as such: “To the memory of this scholar, the Medical Society bows with respect and sadness; she has lost a friend who was also her counselor who knew to think and to reflect.”

Kalimat yang bercetak tebal di atas merupakan contoh kalimat Simple Past Tense.  Masih banyak kalimat yang menggunakan Simple Past Tense pada text di atasKalian dapat menemukan contoh lainnya dengan cara memahami materi Simple Past Tense, kalian dapat mempelajarinya di sini:


Kesimpulan

Jadi, ketika kalian ingin membuat sebuah Biografi tentang seseorang, maka sudah pasti kalian akan menceritakan sejarah tentang apa yang telah diperbuat pada masa lampau. Hubungan masa lampau dengan Recount sangat erat sekali. Hal ini disebabkan karena Recount Text adalah sebuah text yang menggunakan Simple Past Tense sebagai menu utama dalam pembuatan kalimat. Simple Past Tense itu sendiri adalah salah satu jenis English Tenses yang berfungsi untuk mengungkapkan kejadian pada masa lalu dan sudah tidak dirasakan pada saat ini.

Langkah jitu yang harus kalian tempuh dalam membuat Biografi dalam Bahasa Inggris adalah:

  1. Pelajari Simple Past Tense
  2. Pelajari tentang Recount Text (Karena akan ada hubungan yang signifikan antara Recount Text terhadap Biografi yang akan kalian buat)

Semoga contoh artikel ini dapat membatu kalian mempelajari Materi Bahasa Inggris. Tetap semangat belajar!

Good Luck.