Penjelasan ESP (English For Specific Purposes) Lengkap Menurut Para Ahli

Posted on

Dear Reades,

Jika kalian adalah seorang mahasiwa yang mengambil jurusan tertentu dan Bahasa Inggris merupakan bagian penting dalam subjek yang kalian pelajari di universitas, maka kata ESP (English For Specific Purposes) sudah tidak asing lagi, dong?

Saya ambil beberapa ilustrasi singkat:

Ada beberapa vocabulary Bahasa Inggris di Fakultas Teknik yang ternyata berbeda jauh artinya jika diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia secara umum.

Contoh Vocabulary:

  • Spring = Musim Semi (Ini adalah artian secara umum)
    Noun: the season after winter and before summer, in which vegetation begins to appear, in the northern hemisphere from March to May and in the southern hemisphere from September to November.
  • Spring = Per (digunakan untuk Fakultas Teknik)

Contoh dalam kalimat:

  • The students will have free time next Spring.
    Para murid akan memiliki waktu luang di Musim Semi berikutnya.
  • Spring is used to complete this project.
    Per digunakan untuk menyelesaikan proyek ini.

Kesimpulan:

Walaupun memiliki persamaan tulisan dan pelafalan tetapi pada penerapannya berbeda. Hal ini tergantung pada situasi dan kondisi. Oleh sebab itu English For Specific Purposes (ESP) sangat penting dipelajari supaya tidak terjadi kesalan dalam berkomunikasi.

PustakaBahasaInggris.com – Pada kesempatan ini, saya akan memberikan kalian penjelasan tentang English For Specific Purposes (ESP) Menurut Para Ahli.

Penjelasan ESP (English For Specific Purposes) Lengkap menurut Para Ahli

Penjelasan ESP (English For Specific Purposes) Lengkap menurut Para Ahli


Pengertian English For Specific Purposes (ESP)

English For Specific Purposes (ESP) atau Bahasa Inggris untuk tujuan khusus adalah suatu pendekatan baru dalam pengajaran dan penggunaan Bahasa Inggris untuk bidang dan kajian khusus yang sesuai dengan kebutuhan bidang ilmu dan profesi pengguna Bahasa Inggris tersebut. Bidang ilmu dan profesi tersebut misalnya Bahasa Inggris untuk ilmu hukum, kedokteran, teknik mesin, ekonomi, atau maritim dan lain sebagainnya.

Robinson selanjutnya mengatakan “It (here ESP) is generally used to refer to the teaching and learning of a foreign language for a clearly utilitarian purpose of which there is no doubt.” [1]

Dengan demikian, pengajaran Bahasa Inggris untuk Tujuan Khusus (English For Specific Purposes–ESP) mempunyai pendekatan dan asumsi yang berbeda dengan General English (GE).


Tujuan English For Specific Purposes (ESP)

Tujuan ESP adalah agar mahasiswa mampu menguasai Bahasa Inggris pada bidang yang mereka pelajari. Misalnya mahasiswa kimia, maka mereka harus memahami Bahasa Inggris untuk kimia, atau jika mereka mahasiswa teknik, mereka harus mengetahui Bahasa Inggris untuk teknik, atau jika mereka bekerja di perhotelan, maka mereka harus menguasai Bahasa Inggris perhotelan, jika mereka mahasiswa maritim, maka mereka harus menguasai Bahasa Inggris maritim.

ESP umumnya digunakan pada pengajaran bahasa asing untuk kegunaan tertentu pada bidang ilmu dan profesi tertentu. Tujuan ini umumnya dipahami sebagai manfaat dalam peran Bahasa Inggirs itu sebagai alat komuniksi baik lisan maupun tulisan. Maka dari itu, ESP sebaiknya dilihat sebagai pendekatan, konsep dan metode yang memang berbeda dengan Bahasa Inggris umum (General English). ESP adalah suatu pendekatan pengjaran Bahasa Inggris yang mempunyai pendekatan, persepsi, desain, materi, evaluasi dan tujuan yang berbeda. Materi ESP mengacu pada kebutuhan mahasiswa (students’ needs) dan pengguna lulusan itu sendiri. Hal senada juga dikatakan oleh Mc Donough tentang definisi dan konsep ESP.

Dia berpendapat: Mc Donough “ESP courses are those where the syllabus and materials are determined in all essentials by prior analysis of the communication needs of the learners.”[2]

Pendapat Donough mengindikasikan bahwa materi dan silabus serta tujuan ESP harus dirancang dan dikembangkan berdasarkan kebutuhan mahasiswa dan pengguna lulusan karena mahasiswa baik ketika mereka kuliah maupun ketika mereka akan bekerja materi ajar atau bahan ajar harus sesuai dengan kebutuhannya. Jadi pendekatan ESP adalah pendekatan dari bawah ke atas (button up approach).

Dengan uraian di atas, hal ini dapat disimpulkan bahwa ESP adalah bukan suatu produk baru, tetapi sebuah pendekatan dalam pembelajaran Bahasa Inggris yang berbeda dengan Bahasa Inggris umum. ESP merujuk pada pembelajaran Bahasa Inggris yang berorientasi kebutuhan khusus pembelajar sesuai dengan bidang ilmu dan pekerjaan. Materi ESP berbasis dan dikembangkan berdasarkan analisis kebutuhan.


Karakteristik English for Specific Purpose (ESP)

Sebagai suatu pendekatan baru dalam pembelajaran Bahasa Inggris, ESP memiliki ciri dan karaketeristik yang berbeda dengan pembelajaran Bahasa Inggris umum (General English). Karakeristik ini tentu juga berbeda secara jelas dan signifikan dengan pembelajaran Bahasa Inggris yang lain seperti seperti English as Second Language (ESL) atau English as a Foreign Language (EFL).

Beberapa ahli ESP memberikan karakteristik dan ciri-ciri utama ESP dalam pembelajaran Bahasa Inggris yang beragam dan bervariasi. (Strevens,1988) dalam Kristen Gatehouse, Key Issues in English for Specific Purposes (ESP) Curriculum Development mengatakan bahwa ada empat karakteristik utama ESP sebagai pendekatan dalam pembelajaran Bahasa Inggris yaitu a) ESP dirancang untuk memenuhi kebutuhan pembelajar, b) substansi dan isi ESP dikaitkan dengan tema dan topik pada bidang ilmu tertentu, jenis pekerjaan atau aktivitas tertentu, c) berpusat pada bentuk kebahasaan yang sesuai dengan aktivitas dan bidang ilmu atau pekerjaan seperti sintaksis, leksikal, wacana, semantik, dan sebagainya, dan d) ESP berbeda dengan General English.[3]

Robinson selanjutnya mengatakan bahwa ada tiga ciri utama ESP yang membedakannya dengan General English atau English a Foreign Language (EFL) atau English as a Mother Tongue (EMT). Ketiga karakteristik tersebut adalah 1) ESP adalah pembelajaran yang berorientasi tujuan (goal oriented). Dalam konteks ini, pembelajar belajar Bahasa Inggris bukan karena alasan ingin tahu bahasa itu sebagai bahasa dan budaya yang terkandung di dalamnya, tetapi pembelajar belajar ESP karena memiliki tujuan khusus, tertentu dan spesifik dalam bdang akademik dan profesi yang satu dengan yang lainnya. 2) Substansi ESP dirancang dan dikembangkan berdasarkan konsep analisis kebutuhan (need analysis). Konsep analisis kebutuhan bertujuan untuk mengkhususkan dan mengkaitkan serta mendekatkan apa yang dibutuhakan pembelajar baik dalam bidang akademik maupun profesi. 3) ESP lebih ditujukan pada pembelajar dewasa dari pada anak atau remaja. Hal ini logis karena ESP umumnya diajarkan pada tingkatan akademik menengah dan tinggi dan profesional atau tempat kerja.[4]

Agak berbeda dengan (Strevens,1988) dan Robinson, Evens dan Maggie mengajukan karakteristik ESP dengan menggunakan dua istilah utama yaitu a) karakteristik yang absolut dan b) karakteristik variabelistik. [5]

Karakteritik absolut merupakan karakteristik yang hakiki dan merupakan tipikal dari ESP. Mereka lebih lanjut mengatakan bahwa krakteristik absolut dari ESP adalah:

ESP is designed to meet needs of the learners; ESP makes use of the underlying methodology and activities of the disciplines it serves; ESP is centered on the language (grammar, lexis, register), skills, discourse, and genre appropriate to these activities.

Dari kutipan di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa ada tiga hal yang berkaitan dengan ESP:

Pertama, ESP harus disain dan dirancang untuk memenuhi kebutuhan pembelajar. Berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pembelajar, mereka menambahkan bahwa hakikat ESP memenuhi kebutuhan pembelajar berarti fokus pada kebutuhan pembelajar, berlangsung efektif, sesuai dengan kebutuhan pembelajar, dan memungkinkan pembelajar belajar dengan sukses sesuai dengan rentang waktu yang dirancang. Berkaitan dengan analisis kebutuhan agar substansi ESP benar-benar sesuai dan memenuhi kebutuhan pembelajar, (Hoadley-Maidment,1980) dalam McDonough (1984) mengemukakan ada tiga sumber informasi utama dalam melakukan analisis kebutuhan yaitu a) pengajar, b) pembelajar, dan c) stakeholder ).[6]

Kedua, ESP merealisasikan metodologi dan aktivitas sesuai dengan bidang ilmu yang ditargetkan atau dipelajari dan diajarkan. Ini artinya bahwa metode dan aktivitas yang dilakasanakan dalam pembelajaran di kelas harus sesuai dengan bidang ilmu, pekerjaan, dan profesi yang mencerminkan variasi dan beragamnya esensi dari ESP itu sendiri.

Ketiga, sebagai suatu pendekatan baru, fokus ESP adalah penggunaan kebahasaan yang tipikal (grammar, lexis, register), keterampilan, wacana, genreyang sesuai dengan aktivitas. Dalam hal ini cakupan kebahasaan dalam ESP baik dalam tataran, grammar, leksikal dan register dalam hal tertentu berbeda dengan Bahasa Inggris Umum (General English).

Di samping itu, ciri fundamental lain dari ESP masih menurut Evens dan Maggie adalah keterampilan berbahasa, wacana dan genre. Dalam pembelajaran ESP, konsideran mengenai keterampilan berbahasa yang diajarkan menjadi isu penting yang harus dipertimbangkan. Dalam konteks akademik dan profesi atau pekerjaan, fokus keterampilan cenderung berbeda antara bidang akademik dan profesi yang satu dengan yang lain. Ada bidang akademik atau profesi yang memfokuskan dan mengutamakan keterampilan berbicara di satu sisi, tetapi ada juga bidang akademik atau profesi yang dominan dengan keterampilan menulis.

Kemudian ciri fundamental tersebut, ESP juga memiliki variabel yang juga menunjukkan esensi lain dari ESP bila dibandingkan dengan GE atau ESL dan EFL.. Variabel-variabel tersebut misalnya:

  • a) ESP sebaiknya menggunakan situasi pembelajaran khusus dan metode mengajar yang berbeda dengan Bahasa Inggris umum,
  • b) ESP kelihatannya lebih sesuai dan cocok bagi pembelajar dewasa baik pada akademik tinggkat tinggi maupun profesi atau tempat kerja profesional, namun ESP mungkin juga dapat digunakan bagi pembelajar tingkat menengah.
  • c) biasanya ESP dirancang dan didesain untuk mahasiswa dengan level tingkat menengah dan tinggi, namun demikian sebagian pembelajaran ESP juga memungkinkan untuk pembelajar tingkat pemula.

Dari uraian di atas, ada dua hal penting yang dapat ditarik sebagai kesimpulan:

  • Pertama, karakteristik yang absolut dan fundamental. Absolut dan fundamental artinya ciri tersebut merupakan wajib dan harus ada dan digunakan dalam pengembangan pembelajaran ESP dan bersifat final dan tetap.
  • Kedua, karakteristik yang bersifat optional atau lebih tepatnya dapat dikategorikan dengan menggunakan kata ’seharusnya’ atau kata atau frase ”lebih baik atau lebih sesuai.” Artinya karakteristik tersebut masih dapat dirubah, dikembangkan dan atau disesuaikan sebagaian atau seluruhnya dalam pembelajaran ESP. Perubahan dan penyesuaian tersebut tergantung pada konteks ESP itu sendiri.

Referensi:

  • [1]Paulina Robinson, English For Specific Purposes (Oxford: Pergamon Press, Ltd, 1990), p.5.
  • [2] Jo.Mc. Donough. ESP in Perspective A Practical Guide. (London: Collin ELT, 1984), p.3.
  • [3](Strevens,1988) Kristen Gatehouse. Key Issues in English for Specific Purposes (ESP) Curriculum Development oleh dalam Kristen Gatehouse dalam Kristen Gatehouse/http//www.khe-service.com/7/26/2009) p.1.
  • [4] Paulina.C. Robinson, ESP Today: A Practioner’s Guide. (New York: Prentice Hall. 1991). p. 2-3
  • [5] Evens-Dudley Tony dan Maggie Jo st.John . Developments in ESP: A multi-disciplinary approach. (Cambridge: Cambridge University Press. 1998), p.4-5.
  • [6] Hoadley- Maidment, 1980 dalam McDonough. ESP in Perspectives: A Practical Guide. (London: Collin Educational Publishing,1984).p.38.Sinak

Video English for Specific Purposes by Veronika Kareva

Demikianlah Penjelasan ESP (English For Specific Purposes) Lengkap menurut Para Ahli. Semoga artikel ini berguna, bagi kalian yang sedang mencari informasi tentang ESP (English For Specific Purposes).

Simak Dialog Bahasa Inggris tentang Bisnis di sini:

Read More

Vote your voice for better articles

Penjelasan ESP (English For Specific Purposes) Lengkap Menurut Para Ahli
5 (100%) 1 vote


Best regards: PustakaBahasaInggris.com